Sejarah desa Kedung Banjar Pemalang Jawa tengah
Kedungbanjar adalah desa di kecamatan Taman, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesiajuga merupakan desa yang potensi pertanianya cukup menjajikan dikarenakan luas lahan sebagai bangunan rumah lebih sedikit daripada areal pertaniannya.penduduknya banyak bekerja sebagai petani,nelayan,kuli bangunan,namun juga tidak banyak yang bekerja sebagai wiraswasta.
1.Nama
Penamaan/Nomenklatur Desa Kedungbanjar berdasarkan adat istiadat secara turun temurun sejak zaman kerajaan mataram dan menurut sesepuh masyarakat Desa Kedungbahjar bahwa kata ”Kedungbanjar” merupakan gabungan dari nama dua dusun yaitu Dusun Kedungnongko diambil Kedung dengan Dusun Banjaranyar diambil Banjar sehingga menjadi nama Kedungbanjar. Desa Kedungbanjar dari zaman penjajahan Belanda sampai sekarang nama Kedungbanjar tetap dilestarikan. Namun secara formal nama Kedungbanjar belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Kedungbanjar telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 222 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.
2.barometer 2017
Di antaranya Desa Kedungbanjar kecamatanTaman. Menjalankan Semua kegiatan pembangun di prioritaskan pada infrastruktur fisik, dengan melaksanakan sesuai (Musdus)musyawarah dusun di wilayah Desa. Yang merealisasikan fokus pada akses jalan,di antaranya pengaspalan jalan,pembuatan makadam jalan ,pavingisasi, thalud, juga saluran drainase,dan rehab Jembatan.
3.
Pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur desa,dari anggaran APBD maupun APBN pada tahun 2016, untuk seluruh wilayah Kabupaten Pemalang berjalan sesuai target.
Di antaranya Desa Kedungbanjar kecamatanTaman. Menjalankan Semua kegiatan pembangun di prioritaskan pada infrastruktur fisik, dengan melaksanakan sesuai (Musdus)musyawarah dusun di wilayah Desa. Yang merealisasikan fokus pada akses jalan,di antaranya pengaspalan jalan,pembuatan makadam jalan ,pavingisasi, thalud, juga saluran drainase,dan rehab Jembatan.
Dari semua program anggaran 2016 yang diterimanya 671,953,000 dari sumber(DD) Dana Desa, dan 527,686,000 dari sumber (ADD)Alokasi Dana Desa, telah tuntas di awal Desamber. Sangat menjadikan Contoh" sebagai Profil Desa, mencetak barometer bagi Desa lain, untuk wilayah Kecamatan di seluruh kabupaten Pemalang. Dengan Program bertahap melalui Dana Desa seluruhnya, serta Alokasi Dana Desa semuanya, keperuntukannya benar benar dilaksanakan untuk desa.
Menurutnya" Agar menjadi desa sehat bebas kumuh.Kata MUSLIKHIN.S.Ag" selaku kepala desa. Titik kumuh dan banjir harus di utamakan. Dan terkait soal pelaksanaan kegiatan, kami Pihak Desa sudah membentuk PPK dan TPK. katanya lagi", kami berikan kesempatan pada warga ikut berperan, agar tumbuh rasa memiliki dan rasa tanggung jawab bersama.(Kades) mengakui" sangat mengapresiasikan, dan bangga terhadap warganya,.
Dengan Semangat optimis, terlihat warga masyarakat serta tokoh agama dan perangkat Desanya, semua turut berpartisipasi hal tersebut, karena demi lancarnya kegiatan, hingga swadayapun diberlakukan, agar semua kegiatan berjalan lebih cepat.
Kelihatannya" dengan di kerjakan swakelola, masyarakatpun mersa puas dengan hasi pekerjaannya lebih baik, dan tidak ada kendala di semua titik. Hingga pekerjaan di tempuh tepat waktu.
Kini semua kegiatan terbagi beberapa ITEM, meliputi pengaspalan jalan,serta makadam jalan, pembuatan Jembatan dan drainase. Masing masing dengan luas panjang sesuai kebutuhan.
Kemudian terakhir kegiatan pekerjaan rehab Jembatan Pavingisasi Jalan.
Kesemua ini dilaksanakan swakelola oleh tim (TPK) dan (ppk) yang di bentuk oleh Desa dan di setujui kepala Desa. Dengan Harapan kepala Desa agar di kerjakan sesuai (RAB).
Program Desa Dungbanjar terlihat mulus tanpa gendala, hasil pekerjaan sangat memuaskan.
Hal itu berdasarkan pantauan tim media yang menyempatkan datang ke lokasi kegiatan, pada minggu 07/12/2016) yang lalu.
Dari kesempatan itu pula, awak media mencoba meminta keterangan dari warga setempat, terkait pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan.
Dalam tanggapannya, warga mengaku senang. bahkan mereka berharap, supaya pemerintah baik pusat maupun daerah, lebih menyelaraskan lagi kegiatan fisik maupun Non-fisik terus berjalan.
Warga kembali menuturkan", yang paling penting harapan saya, pemerintah desa bisa guyup rukun dan transpran.
Masyarakat", Baginya. Itu cukup memuaskan, karena berdasarkan pelaksanaan di lapangan. Sudah mulai sistem keterbukaan terhadap masyarakat dalam pelayanan maupun kegiatan lainnya.
3.

Comments
Post a Comment